Persahabatan
Persahabatan bagai kepompong
Bla bla bla
Bla bla bla
Lirik lagu itu memang cukup populer di telinga saya, teman saya, Wardi memperkenalkan lagu itu, asalnya saya gak peduli dengan lagu itu, tapi tiap ketemu lagunya itu-itu terus dinyanyikan, awalnya jengkel juga sih, apa sih maunya teman saya yang rada kemayu ini? lama kelamaan rada hapal juga, beberapa kali saya menyanyikan sendiri lagu itu, sampai kemudian saya terkejut, kalau otak saya sedang mencerna arti dari persahabatan itu apa?
Nah di sini ruang kretivitas kita diuji, anda-anda boleh tuh buat definisi sendiri tentang persahabatan, dan saya sendiri sedang berjuang keras memaknai persahabatan, terus terang selama ini yang saya lakukan hanya menjalaninya saja, tanpa memikirkan. Menurut kamu, kalau orang bekerja tanpa disertai otak sama gak sih dengan orang yang tidak sadar-waras-? He he. Terus menurut kamu nih, apa sih arti persahabatan itu? Bagi saya sih persahabatan adalah relasi antara dua orang atau lebih (lha iyalah mosok satu orang saja) yang memiliki kedekatan, sehingga mereka merasa nyaman untuk berbagi. Arti ini masih netral sih menurutku, sebab pada kenyataanya persahabatan seringkali membuat kita tidak merasa sendirian, semakin produktif, atau malah menjadi lebih bejat. Bener juga kata kanjeng Nabi “kalau kamu ingin tahu siapa dia, maka lihatlah temannya”.
Terus terang saat ini saya sedang down, karena persahabatan saya dengan teman saya sedang retak, bahkan.....bahkan..... bahkan pecaaaaah, hiks hiks sedih banget rasanya, tapi ya gimana lagi, dia sudah melarang saya untuk berbicara dengannya, sampai sms sekalipun tidak mau nerima (gmn caranya ya nolak sms? Apa sama caranya dengan penolak bala’?). Baru pertama kali ni dalam hidup saya dicampakkan begitu kejam, tapi Ya sudah lah ego saya terlalu tinggi untuk terlalu sering minta maaf karena kesalahan yang tidak terlalu saya mengerti. Untung saya tidak mengizinkan rasa benci itu menyelinap dalam hati saya, sebab saya sadar ini hanya persoalan dunia aja, kapan pun bisa berubah.
Saya sendiri inginnya sih persahabatan yang terjalin adalah persahabatan yang dewasa, yaaah persahabatan yang saling menguatkan bukan saling curiga, persahabatan yang fair bukan persahabatan yang menuntut harus ini, harus itu dan persahabatan yang pengertian. Dulu saya beberapa kali mengeluh, karena teman-teman saya telah menikah kini telah berubah, tidak ada waktu lagi buat bersama, namun setelah saya renungkan, ternyata saya salah, karena kondisi dia memang sudah tidak memungkinkan lagi untuk bareng kemana-mana, tidak lagi bisa sms an di atas jam 21, kalau main ke rumahnya harus tahu waktu, dan tempat mana yang bisa saya tempati, bla bla bla.
Selain itu persahabatan yang dewasa adalah persahabatan yang matang kerena proses, bukan dipaksakan dengan mengenalkan akuisme, ini saya, ttl saya, tempat kerja saya di... dan saya suka ini dan itu, saya almamater.... mungkin beberapa orang sangat enjoy dengan proses yang terbuka seperti ini, namun bagi saya bukan itu, persahabatan tidak sebatas mengenal identitas, lebih dari itu, yaitu memahami perbedaan, kebiasaan, kelemahan, kekuatan, kesukaan, bahkan ideologi (bukan untuk dibenturkan loh), dan proses mengenal yang diatas itu butuh waktu lama boz, saya aja bisa adaptasi dengan rekan seasrama dulu butuh waktu satu semester. Yaaa kalau Cuma say hello sambil memberi senyum sumringah, dengan melebarkan bibir 1 cm ke kiri seimbang dengan ke kanan, dan sedikit mengernyitkan mata kedua mata sampai di ujung luar mata terlihat garis mah gampang mas, bahkan itu keahlian saya untuk tampil penuh senyum tulus, tapi yang kaya gituan mah tidak memdem di batin kalau Cuma itu. Mungkin saja jalinan pertemanan di FB masuk pada pertemanan say hello, dan paling banter untuk kepentingan bisnis,acara tertentu, dll, belum bisa masuk ke relung batin, sebab hal itu butuh proses lagi.
Pernahkah kau temui teman yang tersenyum biasa aja, tapi lihat sinar matanya yang berbinar-binar penuh kerinduan, air mukanya yang cerah, dan kau rasakan sangat damai dunia ini, bila kau pernah mengalami itu, saya jamin itu teman dekat kau bukan, dan kau akan berani curhat kepadanya, sementara dia Cuma duduk dan mendengarkan saja.
He he, saya kemudian merenungi kenapa persahabatan saya dengan teman saya ini retak, ya mungkin karena definisi persahabatan yang bagi saya masuk akal dengan definisi persahabatan yang menurut dia masuk akal ternyata tidak klop, jadi di saat saya sapa dia, dia menganggap itu sindiran, kalau saya bilang begitu malah dicurigai kalau persahabatan saya ini tidak tulus. Waduh kalau sudah begini ya jadi capek sendiri.
Alhasil teman saya ini kemudian bilang saya bukan temannya lagi, ya sudah.... lebih baik tengkar tapi untuk hasil yang sama-sama baik, dari pada pura-pura baik-baik saja dan ternyata api itu ada dalam sekam. Saya menunggumu sapamu kawan, saya menunggu kebekuan hatimu cair, tiada sedikit pun saya membencimu.
Sahabat yg baik adalah sahabat yang mendekatkan kita pada Allah, mau mengingatkan bila kita salah, mendukung bila kita benar.
BalasHapusKetika kita bertemu dengan sahabat semacam ini, aku akan mempertahankannya seperti seorang Ibu menjaga bayinya...