Saya tidak bisa menilai terlalu gegabah, apakah diksi anomali itu banyak mewakili dua wajah dari cinta atau bukan, bagi para pengagum berat cinta, mungkin saya akan dianggap simplipistik, sebab mungkin saja bagi mereka cinta itu tidak terdefinisikan. Terlepas dari itu semua, pilihan anomaly sejatinya untuk mempermudah saya tulisan saya aja.
Prahara para manusia besar banyak dilukis dalam kanvas cinta, mereka jatuh karena cinta dan kuat juga karena cinta, pertarungan antara kerajaan Mesir dan Romawi melibatkan Cleopatra, perang bubat (sebenarnya pembantaian) antara Sunda Galuh dengan Majapahit melibatkan Dyah Pitaloka. Cinta biasanya hadir dalam narasi besar.
Siapa pun yang pernah mengalami gelora cinta, ia sesungguhnya tengah dihadapkan dua pilihan, menjadi saksi kuat, keruntuhan kapasitas personalnya, atau pilihan lainnya, ia menjadi manusia baru, yang tangguh dengan segala adigunanya.
Bayangkan, berjuta pelangi hadir dalam batin seseorang yang tengah dimabuk kepayang, beberapa panglima perang memberi kebijakan kepada para prajuritnya untuk pulang melepas gelora cintanya, beberapa pasien yang sakit menjadi sembuh mendadak, sesaat setelah derap langkah yang dia cintai menginjak lantai ruangannya. Cerita detailnya bisa dilihat dalam buku raodhatul muhibbin dan pengalaman Ibnu Siena dalam mengobati penyakit yang tidak terdeteksi penyakitnya. Wanita tetangga saya yang berusia 50 tahunan secara dramatis kuat mengangkat plang baja yang beratnya beberapa kali libat dari tubuh mungilnya sesaat setelah sadar kalau plang itu menimpa anak perempuan satu-satunya. Selalu ada getaran kuat dalam batin saya di saat tangan saya tidak bisa menahan untuk mererima beberapa receh uang dari nenek saya. Tangis tertahan selalu mewarnai kepulangan saya dari Tasik ke Blitar, sementara kakek sudah mulai pelupa, tapi wajah saya masih diingat kuat. Sungguh mengagumkan cerita cinta ini.
Namun siapa pun yang mengalami persoalan cinta, siap-siap dengan tsunami jiwa, urusan dunia berhenti, sebab pikiran selalu dihantui oleh segala gelisah dan ketakutan, segala hantu pikiran irasional benar-benar nyata menggerayangi pikiran. Tidur tidak nyaman, bekerja tidak konsen, gundah gulana benar, apa pun yang dilakukannya mesti akan menjadi lubang persoalan, sebab dia berlari dengan beban pikiran. Ibarat memasak air dalam tungku, tutupnya akan selalu bergemeratak.
Hanya manusia kuat yang bisa menangani persoalan ini. Ironinya manusia kuat ternyata stoknya terbatas, namun bisa dilatih kok. Sementara saya mengakui cinta adalah sisi kuat dan sisi lemah manusia. Beberapa sahabat saya selalu menyimpan tulisan “Ya Allah... di tengah kelemahan jiwaku atas cinta, jadikanlah cintaMu sebagai rujukanku.” Rupanya gelombang cinta yang menimpa dirinya telah membuat dirinya lumpuh sampai tulang raganya.
Isak tangisnya selalu menemani dirinya tiba-tiba, saya hanya bisa bilang “istighfar dek, cepet ambil wudlu”. Nah bila sudah begini, cinta perlu direfleksikan dalam cermin ke objek yang baru, sebab objek lama telah membuatnya lumpuh. Di sini kekuatan Iman menjadi benteng terakhir dari segala upaya setan untuk memperindah segala kenistaan.
Ads 970x90
Jumat, 28 November 2008
ANOMALI CINTA
Related Posts
- Mulai dari beberapa hari kemarin, anak-anak SMU dan SMP melaksanakan UAN, atau ujian akhi
- Kebanyakan dari anda mungkin saja punya keyakinan bahwa jejering social seperti facebook
- Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-N
- Apakah sedih itu baik buat manusia atau tidak? Pertanyaan itu sejenak terkesan filosofis,
- Normal 0 false false false MicrosoftIntern
- Normal 0 false false false MicrosoftIntern
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon